BAB 1 CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP
A. Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup
menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Adaptasi
dibedakan menjadi 3 yaitu :
v
Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian bentuk tubuh
makhluk hidup terhadap lingkungannya.
Contohnya, bentuk kaki dan paruh yang berbeda pada hewan berdasarkan
jenis makanannya.
v
Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuaian fungsi
alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya.
Contohnya :
Bunga rafflesia
mengeluarkan bau untuk menarik serangga.
Hewan unta memiliki
kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang
pasir dalam jangka waktu yang lama.
v
Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian berupa
perubahan tingkah laku.
Contohnya:
Cicak yang memutuskan
ekornya saat ditangkap ( Autotomi )
Kerbau berkubang di
lumpur untuk mengurangi rasa panas terik matahari
Ciri
khusus adalah penyesuaian diri makhluk hidup yang didasarkan pada bentuk tubuh.
Ciri
khusus pada makhluk hidup berguna untuk mempertahankan hidup dan memenuhi
kebutuhan hidupnya.
B. Ciri Khusus Pada Hewan
Kelelawar
v
Kelelawar
merupakan hewan bersifat nokturnal yaitu hewan yang aktif mencari makan pada
malam hari.
v
Kelelawar
adalah satu-satunya mamalia yang dapat terbang.
v
Cara
kerja bunyi sebagai alat pendeteksi keadaan sekitarnya disebut sistem sonar.
v
Kelelawar
memiliki kemampuan ekolokasi untuk mencari makanannya.
v
Ekolokasi
adalah kemampuan dalam memperkirakan jarak suatu benda dengan mendengarkan gema
atau pantulan bunyinya.
Cicak dan Tokek
v
Cicak
dan tokek mempunyai ciri khusus berupa guratan-guratan lapisan pelekat pada
kakinya.
v
Cara
melindungi diri cicak dengan memutuskan ekornya disebut autotomi.
Bebek
v
Ciri
khusus bebek yaitu paruh berbentuk pipih (sudu) dan kaki berselaput.
v
Paruh
bebek untuk menyaring makanan, sementara kaki berselaput berfungsi seperti dayung
untuk berenang dan untuk berjalan di tanah yang becek dan berlumpur
v
Bulu
yang tebal dan berminyak mengandung lapisan minyak membuat bebek tidak basah saat
berada di air.
Bunglon
v
Bunglon
dapat mengubah warna kulitnya untuk mengelabui musuh.
v
Lidah
bunglon yang panjang dan lengket untuk menangkap mangsanya.
Unta
v
Ciri
khusus unta yaitu memiliki punuk sebagai tempat menyimpan lemak. Lemak
berfungsi sebagai sumber energi dan air sehingga unta tahan tidak makan
berhari-hari.
Burung hantu
v
Burung
hantu mempunyai pendengaran dan mata yang sangat tajam dan peka untuk menemukan
mangsanya.
Semut
v
Semut
mempunyai dua antena yang berfungsi untuk menyentuh, membau dan merasakan
getaran bunyi.
v
Semut
berinteraksi dengan sesamanya menggunakan sentuhan antena dan berkomunikasi
dengan semut lain melalui bau yang digunakan untuk menunjukkan keberadaan
makanan serta sebagai tanda bahaya.
Ular, kalajengking dan laba-laba
v
Ular,
kalajengking dan laba-laba menggunakan racun (bisa) untuk mempertahankan
dirinya.
C. Ciri Khusus Pada Tumbuhan
Teratai
v
Ciri
khusus teratai adalah daun tipis berongga dan lebar serta batang berongga.
v
Daun
tipis berongga untuk memperlancar proses penguapan sehingga teratai tidak
busuk.
v
Batang
berongga untuk memperlancar aliran oksigen.
Kaktus
v
Ciri
khusus kaktus yitu daun berbentuk duri yang berguna untuk mengurangi penguapan.
v
Duri
juga berguna untuk melindungi diri dari hewan pemangsa.
v
Batang
kaktus tebal dan mengandung lapisan lilin berfungsi untuk menyimpan air sebagai
cadangan makanan di musim kemarau.
Kantong semar
v
Kantong
semar memiliki ciri khusus berupa daun berbentuk vas bunga yang mengeluarkan nectar
yaitu cairan harum untuk memikat serangga. Sisi tepi kantung daun licin.
v
Kantong
semar menangkap serangga untuk memenuhi kebutuhan nitrogennya.
v
Kantong
semar termasuk tumbuhan pemakan serangga yang disebut tumbuhan insektiovora
Rafflesia
v
Rafflesia
merupakan bunga terbesar di dunia.
v
Rafflesia
mengeluarkan bau busuk untuk menarik lalat agar datang. Selain itu, bunga ini
juga memantulkan cahaya untuk memandu lalat yang datang.
v
Rafflesia
merupakan tumbuhan parasit (hidupnya menumpang pada tumbuhan lain dan mengambil
makanan tumbuhan tersebut)
Pohon jati dan randu
v
Pohon
jati dan randu menggugurkan daunnya di musim kemarau untuk mengurangi
penguapan.





Komentar
Posting Komentar